Buku ini mendokumentasikan perjalanan sebuah gerakan konservasi lingkungan yang berpadu dengan rekonsiliasi sosial melalui sistem pertanian berkelanjutan di kawasan Gunung Karang, Pandeglang. Melalui pendekatan Produksi, Proteksi, dan Inklusi (PPI Compact), inisiatif ini menghidupkan kembali lahan kritis, memperkuat ekonomi lokal, serta membangun harmoni sosial di tengah masyarakat. Cerita dalam buku ini menyoroti transformasi dari kerusakan menuju harapan—dari desa yang terlupakan menjadi pusat pembelajaran keberlanjutan. Dilengkapi refleksi, inovasi sosial, hingga strategi pengembangan ekosistem kolaboratif, buku ini menjadi inspirasi untuk menerapkan pembangunan hijau yang menyeimbangkan aspek ekologi, sosial, dan kemanusiaan.
DAFTAR ISI (tanpa nomor halaman)
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
CHAPTER I
Panggilan dari Gunung Karang
• Gunung Karang yang Luka
• Desa yang Terlupakan
• Ketika Harapan Mulai Redup
CHAPTER II
Benih Perubahan
• PLN Indonesia Power dan CSR yang Berbeda
• Lahirnya KORSA
• Pertemuan dengan Koperasi BIM
• Fly Ash Bottom Ash (FABA) Jadi Harapan
CHAPTER III
Merintis Jalan Hijau
• 2022 Inisiasi: Menyalakan Obor Pertama
• 2023 Pengembangan: Menanam Harapan, Melahirkan Kelompok Baru
• 2024 Keberterimaan: Dari Stigma ke Rasa Memiliki
• 2025 Pendayagunaan: Panen Harapan, Membangun Hilirisasi
• 2026 Learning Center: Dari Desa ke Dunia
CHAPTER IV
Gagasan Besar KORSA
• Filosofi Utama KORSA
• Kerangka PPI Compact: Paradigma Baru dari Lereng Gunung Karang
• Inovasi Sosial sebagai Inti KORSA
• Rekonsiliasi Sosial: KORSA sebagai Proyek Kemanusiaan
• Ekosistem Kolaborasi: Menjalin Kekuatan dari Banyak Pihak
• Nilai Transformasi: Dari Luka Menjadi Harapan
CHAPTER V
Menebar Cahaya dari Lereng Gunung Karang
• Dari Cerita Lokal ke Inspirasi Global
• Replikasi dan Perluasan Jejaring
• Penguatan Kapasitas dan Kelembagaan
• Menjaga Api Gerakan: Arah ke Depan
CHAPTER VI
Cahaya yang Menyala dari Lereng Gunung Karang
DAFTAR PUSTAKA
