Buku Jejak Islam Kosmopolitan di Indonesia mengajak pembaca menelusuri wajah Islam yang terbuka, dialogis, dan berakar kuat dalam nilai-nilai kemanusiaan.
Buku Jejak Islam Kosmopolitan di Indonesia mengajak pembaca menelusuri wajah Islam yang terbuka, dialogis, dan berakar kuat dalam nilai-nilai kemanusiaan. Buku ini membahas kosmopolitanisme Islam sebagai cara pandang yang lahir dari sejarah panjang peradaban Islam yang tumbuh melalui interaksi lintas budaya, bangsa, dan tradisi. Dengan menampilkan jejak peradaban Islam klasik, dinamika Islam Nusantara, peran sufisme, pesantren, tokoh-tokoh pemikir, hingga tantangan Islam kontemporer, buku ini menunjukkan bahwa Islam Indonesia merupakan bagian dari tradisi kosmopolitan global. Disusun secara tematis dan reflektif, buku ini menegaskan bahwa keberimanan sejalan dengan keterbukaan, moderasi, dan penghormatan terhadap keberagaman dalam kehidupan sosial yang plural.
Daftar Isi (tanpa nomor halaman)
Kata Pengantar Editor
Prakata
Daftar Isi
Lanskap Awal Kosmopolitan Islam – Royhan Afthon Syadida
Kosmopolitanisme Islam
Tantangan Global dan Relevansi Kajian Kosmopolitanisme
Jejak Kosmopolitanisme Islam di Indonesia
Konsep Dasar Kosmopolitanisme – Rachmad Jeriyanto
Definisi dan Akar Sejarah Kosmopolitanisme
Prinsip-Prinsip Filosofis Kosmopolitanisme
Kosmopolitanisme dalam Pemikiran Islam
Kosmopolitanisme dalam Tradisi Islam Klasik – Muhammad Syahrul Ramadhan
Universalitas dan Keterbukaan Peradaban Islam
Baghdad dan Andalusia sebagai Pusat Peradaban Kosmopolitan
Jaringan Keilmuan Islam dan Mobilitas Intelektual
Islam Kosmopolitan di Jalur Rempah – Safarina Jannatul Firda
Jalur Perdagangan dan Penyebaran Islam Nusantara
Jaringan Ulama dan Hubungan Transnasional
Islam Nusantara: Identitas Kosmopolitan dan Moderat
Sufisme dan Budaya Lokal – Salwa Islami Ats Tsaury
Peran Tarekat dalam Penyebaran Islam Nusantara
Asimilasi Budaya Lokal dan Pembentukan Identitas Islam
Sufisme sebagai Jembatan Kosmopolitanisme
Gus Dur dan Pemikiran Kosmopolitanisme – Nasya Amira Faradesi
Biografi Intelektual Gus Dur
Pluralisme, Demokrasi, dan Kemanusiaan dalam Pemikiran Gus Dur
Warisan Pemikiran Kosmopolitanisme Gus Dur di Indonesia
Moderasi Beragama – Sayyidah Mil’a Nujahil Amla
Konsep dan Landasan Moderasi Beragama
Implementasi Moderasi dalam Kehidupan Sosial
Tantangan Moderasi Beragama di Era Kontemporer
Pesantren sebagai Ruang Kosmopolitan – Siti Maftukha
Pesantren dan Tradisi Intelektual Terbuka
Peran Organisasi Islam dalam Merawat Pluralisme
Pesantren sebagai Pusat Dialog Budaya dan Keagamaan
Navigasi dan Tantangan Islam Kontemporer – Muhammad Syamsuddin
Tantangan-Tantangan Kontemporer dalam Islam
Transformasi Positif dalam Perkembangan Islam Kontemporer
Dinamika Islam dalam Konteks Kontemporer
Politik Identitas, Digitalisasi Islam, dan Perubahan Keberagamaan
Arah Baru Kosmopolitanisme Islam Indonesia – Wahyu Maulana
Model Etis Islam Kosmopolitan Indonesia
Relevansi Global dan Kontribusi bagi Dunia Islam
Prospek Pengembangan Islam Kosmopolitan di Masa Depan
Ruang Sintesis dan Refleksi Etis Islam Kosmopolitan – Syafrial Arrasyid
Sintesis Teoritis dan Praktik Sosial
Refleksi Etis atas Jejak Kosmopolitan Islam di Indonesia
Prospek dan Agenda Kajian Lanjutan
Daftar Pustaka