Sejarah pendidikan keperawatan di Indonesia di mulai dari tingkat sekolah menengah atas yaitu Sekolah Perawat Kesehatan (level 2), kemudian berkembang menjadi program diploma 3 keperawatan (level 5), dan saat ini profesi keperawatan minimal harus lulus dari pendidikan profesi Ners (level 7). Amanah dari KKNI mengindikasikan bahwa lulusan ditiap jenjang program dan jenis pendidikan harus kompetensi sesuai levelnya. Dimana masing-masing level mempunyai perbedaan capaian pembelajaran pada tiga komponen, antara lain: kemampuan bidang kerja, penguasaan pengetahuan, kewenangan dan tanggung jawab. Oleh karena itu pembelajaran Proses Keperawatan harus diporsikan sesuai dengan level masing-masing jenjang pendidikan. Sehingga perawat yang diluluskan pada jenjang level yang berbeda mempunyai pengetahuan, kemampuan, kewenangan, dan tanggung jawab yang berbeda dalam proses keperawatan yang akan digunakan untuk memberikan asuhan pada klien.
Daftar Isi
Sampul
Prakata
Ucapan Terima Kasih
Daftar Isi
Daftar Lampiran
Daftar Tabel
Daftar Gambar
Bab 1 Pengantar Proses Keperawatanberbasis Kkni
A. Proses Keperawatan
B. Keperawatan Dan Ranah Standar Kompetensi Perawat Indonesia
C. Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia
Bab 2 Pengkajian Keperawatan
A. Pengertian Pengkajian Keperawatan
B. Tujuan Pengkajian Keperawatan
C. Kegiatan Dalam Pengkajian Keperawatan
D. Pengumpulan Data Dalam Pengkajian Keperawatan
E. Dokumentasi Pengkajian
F. Capaian Pembelajaran Tahap Pengkajian
G. Pengkajian Berdasarkan Jenjang Pendidikan Perawat
Bab 3 Diagnosis Keperawatan
A. Pengertian Diagnosis Keperawatan
B. Tujuan Dan Manfaat Diagnosis Keperawatan
C. Kegiatan Dalam Diagnosis Keperawatan
D. Tipe Diagnosis Keperawatan
E. Diagnosis Keperawatan Menurut Nanda
F. Diagnosis Keperawatan Menurut Sdki Tahun 2016
G. Dokumentasi Diagnosis Keperawatan
H. Capaian Pembelajaran Tahap Diagnosis Keperawatan
I. Aplilasi Kkni Dalam Diagnosis Keperawatan
Bab 4 Perencanaan
A. Pengertian
B. Tujuan
C. Kegiatan Dalam Perencanaan
D. Dokumentasi Perencanaan
E. Capaian Pembelajaran Tahap Perencanaan
F. Aplikasi Kkni Pada Tahap Perencanaan
Bab 5 Pelaksanaan
A. Pengertian
B. Tujuan
C. Kegiatan Dalam Pelaksanaan
D. Tahap Pelaksanaan
E. Dokumentasi Pelaksanaan
F. Capaian Pembelajaran Tahap Pelaksanaan
G. Aplikasi Kkni Pada Tahap Pelaksanaan
Bab 6 Evaluasi
A. Pengertian
B. Tujuan
C. Kegiatan Dalam Evaluasi
D. Macam Evaluasi
E. Kerangka Waktu Dalam Dokumentasi Evaluasi
F. Dokumentasi Evaluasi
G. Capaian Pembelajaran Tahap Evaluasi
H. Aplikasi Kkni Pada Tahap Evaluasi
Daftar Pustaka
Lampiran
Lampiran 1.a. Analisis Data Cronic Kidney Desease
Lampiran 1.b. Analisis Data Pasien Hiperbilirubin
Lampiran 1.c. Analisis Data Infark Miocard Acut
Lampiran 1.d. Analisis Data Tumor Cervical 1-2
Lampiran 1.e. Analisis Gout Arthritis
Lampiran 2.a. Rencana Tindakan (level 6) Pada Ketidakefektifan Pola Nafas Pasien Cronic Kidney Desease
Lampiran 2.b. Rencana Tindakan (level 7) Pada Pola Nafas Tidak Efektif Pasien Tumor Cervical
Lampiran 2.c. . Rencana Tindakan (level 7) Pada Ketidakefektifan Pola Nafas Pasien Hiperbilirubin
Lampiran 3.a. Rencana Tindakan (level 6) Pada Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang Dari Kebutuhan Tubuh Pasien Hiperbilirubin
Lampiran 3.b. Rencana Tindakan (level 7) Pada Ketidakseimbangan Nutrisi Kurangdari Kebutuhan Tubuh Pasien Cronic Kidney Desease
Lampiran 3.c. Rencana Tindakan (level 6) Pada Ketidakseimbangan Nutrisi Kurangdari Kebutuhan Tubuh Pasien Infark Miocard Acut
Lampiran 4.a. Rencana Tindakan (level 7) Pada Defisit Perawatan Diri: Mandi Pasien Infark Miocard Acut
Lampiran 4.b. Rencana Tindakan (level 7) Pada Defisit Perawatan Diri: Mandi Pasien Tumor Cervical
Lampiran 5.a. Rencana Tindakan (level 6) Pada Gangguan Pola Tidur Pasien Cronic Kidney Deseas
Lampiran 5.b. Rencana Tindakan (level 6) Pada Hambatan Mobilitas Fisik Pasien Tumor Cervical
Lampiran 5.c. Rencana Tindakan (level 6) Pada Hambatan Religiositas Tumor Cervical
Lampiran 5.d. Rencana Tindakan (level 6) Pada Hipertemi Pasien Bayi
Lampiran 5.e. Rencana Tindakan (level 6) Pada Hiperbilirubin Neonatal
Lampiran 5.f. Rencana Tindakan (level 6) Pada Kerusakan Integritas Kulit Bayi
Lampiran 5.g. Rencana Tindakan (level 6) Pada Risiko Ketidakstabilan Gula Darah
Lampiran 5.h. Rencana Tindakan (level 6) Pada Kurang Pengetahuan Tentang Iibadah Sholat Pasien Cronic Kidney Desease
Lampiran 5.i. Rencana Tindakan (level 7) Pada Nyeri Akut Pasien Infark Miocard Acut
Lampiran 5.j. Rencana Tindakan (level 7) Pada Penurunan Curah Jantung
Lampiran 5.k. Rencana Tindakan (level 7) Pada Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah Pasien Infark Miocard Acut
Lampiran 5.l. Rencana Tindakan (level 6) Pada Risiko Cidera Bayi
Tentang Penulis