Yang Dianggap Telah Pergi

Buku ini menghadirkan rangkaian catatan reflektif tentang dinamika pemutakhiran data pemilih yang sering kali berlangsung jauh dari sorotan publik.

Specs
  • Judul: Yang Dianggap Telah Pergi : Catatan Refl ektif Merawat Hak Pilih dalam Demokrasi
  • Penulis: Ninik Sholikhah
  • Tahun Terbit: 2026
  • Ukuran: 14.8 x 21 cm
  • Jumlah Halaman: 128 Halaman
  • ISBN: Isi Proses
  • Penerbit: Edulitera

Buku ini menghadirkan rangkaian catatan reflektif tentang dinamika pemutakhiran data pemilih yang sering kali berlangsung jauh dari sorotan publik. Melalui lima seri tulisan, penulis mengajak pembaca melihat bahwa data pemilih bukan sekadar angka atau daftar administratif, melainkan representasi keberadaan warga negara dalam sistem demokrasi. Berbagai kisah lapangan, pengalaman bertemu warga, hingga peristiwa sederhana yang menyertai proses pencocokan data memperlihatkan bahwa setiap nama dalam daftar pemilih memiliki cerita dan hak yang harus dijaga. Buku ini juga mengajak pembaca memahami bahwa menjaga akurasi data pemilih berarti merawat martabat warga negara sekaligus memperkuat fondasi demokrasi. Dengan gaya reflektif dan naratif, buku ini membuka ruang pemikiran bahwa demokrasi tidak hanya berlangsung pada hari pemungutan suara, tetapi juga melalui kerja-kerja sunyi yang memastikan setiap warga tetap tercatat dan diakui hak pilihnya.

Daftar Isi (tanpa nomor halaman)

Daftar Isi
Kata Pengantar
Catatan Metodologis
Demokrasi yang Dikelola, Demokrasi yang Dipikirkan

SERI 1

BAB 1 – Ketika Angka Perlu Dipastikan
BAB 2 – Angka, Nama, dan Awal Sebuah Keraguan
BAB 3 – Mbah Wo dan Doa Panjang Umur
BAB 4 – Pak Sam, Sawah, dan Sego Pecel
BAB 5 – Putut yang Masih Main Game
BAB 6 – Yang Tak Tercatat dan Hampir Terhapus
BAB 7 – Menjaga Hak Pilih, Menjaga Martabat
BAB 8 – Dari Data ke Demokrasi
BAB 9 – Pelajaran dari Pintu ke Pintu
BAB 10 – Menjaga Api Demokrasi

SERI 2

BAB 1 – Menjemput Suara dari Tanah Seberang
BAB 2 – Mereka yang Pergi, Namun Tak Pernah Benar-Benar Hilang
BAB 3 – Yeyen dan Makna Pulang
BAB 4 – Dina, Perempuan, dan Keputusan untuk Tinggal
BAB 5 – Kembali ke Indonesia, Kembali ke Daftar Pemilih
BAB 6 – Ketika Rumah Tinggal Nama Jalan
BAB 7 – Satu Keluarga, Dua Negara
BAB 8 – Di Balik Rompi Coktas
BAB 9 – Nama yang Tertinggal di Peta
BAB 10 – Ketika Data Tak Lagi Bersuara

SERI 3

BAB 1 – Angka 100 di Layar Komputer
BAB 2 – Mengapa Coktas Tidak Bisa Hanya di Meja
BAB 3 – Gedog: Rumah yang Menyimpan Waktu
BAB 4 – Karangtengah: Peta Kota di Dalam Ingatan
BAB 5 – Klampok: Menua di Atas Kertas, Hidup di Kenyataan
BAB 6 – Tanjungsari: Jamu, Kesabaran, dan Umur Panjang
BAB 7 – Empat Rumah, Satu Negara
BAB 8 – Hak Pilih Tidak Mengenal Kedaluwarsa
BAB 9 – Coktas sebagai Praktik Kemanusiaan
BAB 10 – Suara yang Tidak Pernah Selesai

SERI 4

BAB 1 – Merawat Data sebagai Fondasi Demokrasi
BAB 2 – Coktas dan Wajah Lapangan
BAB 3 – KTP Pertama, Hak Pilih Pertama
BAB 4 – Satu Kartu Keluarga, Empat Cerita Berbeda
BAB 5 – Memahami Data Non-Aktif
BAB 6 – Anomali Data dan Tantangan Sistem
BAB 7 – Kisah di Balik Alamat Asrama
BAB 8 – Ketika NIK Berubah, Identitas Bergeser
BAB 9 – Ketika Kepala Keluarga Tidak Masuk Daftar Pemilih
BAB 10 – Data Non-Aktif sebagai Cermin Kebijakan
BAB 11 – Merawat Data Non-Aktif: Rekomendasi Prosedural
BAB 12 – Merawat Data, Menjaga Demokrasi

SERI 5

BAB 1 – Merawat Hak Pilih
BAB 2 – Demokrasi yang Berlangsung
BAB 3 – Ketika Data Menentukan
BAB 4 – Kerja Sunyi Demokrasi
BAB 5 – Tanggung Jawab Negara
BAB 6 – Menjaga Kepercayaan
BAB 7 – Menjaga Martabat
BAB 8 – Dari Data ke Demokrasi
BAB 9 – Pintu ke Pintu

Epilog – Merawat Api Demokrasi
Penutup
Tentang Penulis
Sinopsis Buku – Yang Dianggap Telah Pergi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *