Pada awal, tengah, atau akhir perkuliahan, tentu banyak mahasiswa yang tidak sepi dari tugas. Bahkan, mungkin sekali mereka mendapati tugas menumpuk antara tiga waktu itu. Pagi, siang, sore, malam, mereka mencoba menemukan waktu terbaik untuk bisa fokus mengerjakan tugas. Apalagi, bagi mereka yang juga belajar di pondok, harus pandai dalam mengatur waktu, baik mengikuti kegiatan pondok, melakukan kegiatan pribadi, maupun mengerjakan tugas kuliah regular.
Terkadang atau mungkin sering, di tengah mengerjakan tugas kuliah reguler, mereka dilanda rasa jenuh, capek, dan sebagainya, karena menatap laptop secara terus-menerus, suasana yang monoton, atau mengantuk yang berat. Untuk mencegah hal itu, tentu mencari solusi yang tepat dan tidak asing lagi, yaitu kopi. Bagi yang cepat mengantuk, kopi inilah jalan alternatifnya. Tidak jarang pula jika di antara mereka, pasti ada yang tidak suka kopi, maka cara yang tepat adalah menyiapkan camilan sebagai teman mengerjakan tugas atau pergi ke kafe, tetapi tidak memesan kopi, meskipun tempat itu sangat identik dengan kopi.
Lalu, bagaimana dengan ungkapan ‘mengerjakan tugas di kafe atau ditemani kopi?’ Mengerjakan tugas di kafe bisa menjadi solusi atas problem apabila mahasiswa itu bosan dengan suasana yang monoton, kurang konsentrasi karena bising, atau lainnya. Hal itu bisa saja terjadi pada mereka yang tinggal di pondok atau asrama yang sedikit bebas. Sementara itu, mereka yang sekedar lebih menyukai ditemani kopi, duduk diam di rumah mengerjakan tugas, mungkin terjadi pada mereka yang terbiasa dengan suasana yang monoton, baik sepi, biasa, maupun bising, masih bisa fokus dengan pekerjaannya. Begitu pula mereka condong gampang mengantuk karena berlama-lama duduk diam menatap laptop.
Pada dasarnya, mahasiswa tentu memiliki pilihan dan strategi masing-masing dalam mengerjakan tugas. Bagaimanapun caranya, mereka bisa fokus mengerjakan tugas kuliah dan mengumpulkannya tepat waktu. Entah mengerjakan tugas di kafe atau ditemani kopi, itu sama saja serta bergantung pada kepribadian dan kesukaannya. Yang terpenting adalah tanggung jawab dan kesungguhannya dalam mengerjakan tugas, adapun cara berprosesnya itu kembali pada diri setiap mahasiswa.