Di Balik Indah Paras Kalimat

Buku merupakan kebutuhan yang tidak akan pernah luput dari dunia pendidikan. Bahkan, buku tidak hanya menjadi kebutuhan untuk dunia pendidikan saja. Akan tetapi, juga sangat berguna untuk dunia kerja ataupun dunia pengajaran. Berbagai profesi didunia ini pasti membutuhkan buku untuk jadi pedomannya dalam bekerja. Menurut KBBI, definisi buku adalah lembar kertas yang berjilid, berisi tulisan atau kosong. Lain hal menurut para ahli, mereka menjelaskan bahwa buku adalah buah pikiran yang berisi ilmu pengetahuan hasil analisis terhadap kurikulum secara tertulis. Buku disusun menggunakan bahasa sederhana, menarik, dan dilengkapi gambar serta daftar pustaka (Kurniasih, 2014: 60). Namun, siapa sangka di balik sebuah buku yang kita ketahui, banyak profesi yang bekerja keras untuk menciptakan hal yang sangat bermanfaat ini.

Sebelum merujuk ke profesi apa saja yang ada di balik layar pembuatan buku, coba renungkan ketika kita mulai membaca buku. Apakah hal pertama yang muncul dalam pikiran kita? Menurut survei yang penulis telah lakukan kepada beberapa kolega, mereka menjawab bahwa mereka pasti memikirkan penulisnya. Mereka memuji dan berpikir bahwa buku tersebut diciptakan oleh penulis sepenuhnya. Hal tersebut menjadi hal lumrah, karena nama sang penulis tertera di halaman paling depan (cover). Seperti penulis Tere Liye, beliau adalah salah satu penulis novel (novelis) terkenal yang menciptakan karya indah lengkap dengan alur cerita yang membuat kita hanyut dalam ceritanya. Tapi siapa sangka bahwa beliau tidak mengerjakan semua itu sendirian, beliau memiliki tim redaksi.

Tim redaksi merupakan pengaturan kinerja dari tim yang bertujuan untuk mengolah berbagai informasi, pengetahuan, dan tulisan menjadi sebuah media yang akan dinikmati oleh pembaca. Kinerja sebuah tim redaksi harus bersinergi satu sama lain dan memiliki kekompakan. Di dalamnya, terdapat Pemimpin Umum yang paling menentukan jalannya organisasi baik kegiatan di dalam maupun di luar keredaksian.

Bagian yang paling penting dari sebuah tim redaksi adalah editor yang tugas utamanya adalah melakukan editing atau penyuntingan. Siapa sangka bahwa kalimat-kalimat yang indah itu bukan milik penulis seutuhnya. Ada campur tangan editor dalam sebuah buku atau naskah. Editor bukanlah orang biasa. Mereka dipilih dengan memenuhi beberapa syarat tertentu dilihat dari sisi kompeten untuk menilai kelayakan naskah agar bisa diterbitkan. Selain itu, mereka juga menyunting isi naskah sehingga bisa lebih layak untuk dibaca oleh banyak orang setelah menjadi buku. Mereka adalah mitra penulis yang akan berkomunikasi langsung dalam proses penerbitan, sampai mengurus ISBN (International Standar Book Number). Intinya, seorang editor harus berperan ketika pra- produksi, produksi, hingga pasca produksi.

Selain itu, editor di sebuah penerbit buku juga mengharuskan seseorang yang akrab dengan kamus dan buku Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). la perlu menghafal berbagai kata baku dan tata cara penulisan yang tepat. la juga perlu memahami berbagai macam istilah dan ketepatan penulisannya. Jika ia kurang familiar dengan suatu kosakata, ia bisa segera memeriksa kebenarannya melalui kamus. Begitu pun jika ia ragu dengan kata-kata yang tidak asing baginya. la bisa memastikan arti dan penulisan baku dari kata-kata tersebut. Di samping itu, editor memiliki buku Ejaan Yang Disempurnakan terbaru agar tidak keliru dalam memeriksa ejaan yang dituliskan dalam naskah penulis. la perlu meng-upgrade pengetahuan EYD yang dimilikinya agar selalu sesuai dengan perkembangan ejaan yang dipakai di dunia penulisan.

Tidak hanya pandai dalam menulis, menyunting, dan kemampuan penulisan, editor penerbit buku perlu memiliki sifat teliti dan sabar. la haruslah orang yang cermat dalam mengamati kata demi kata yang dituliskan dalam sebuah naskah. Terlebih, ketika menyunting naskah haruslah berhati-hati. Tujuannya tak lain adalah membantu penulis menghasilkan naskah yang bagus dan berkualitas.

Kemudian seorang editor juga perlu memiliki kesabaran yang berlebih. Hal ini karena tidak semua naskah yang ia nilai dan sunting sesuai dengan ekspektasinya. Terkadang, ada beberapa penulis yang masih banyak memiliki kekurangan sehingga menuntut editor untuk bekerja lebih banyak daripada seharusnya. Kekurangan penulis ini bisa jadi sangat fatal dalam menulis naskah sehingga membutuhkan kesabaran dari seorang editor untuk menghadapinya. Hal ini tak jarang juga membuat editor emosi dalam melakukan pekerjaannya. Nah, untuk menghindari adanya luapan emosi, sebaiknya seorang editor adalah orang-orang yang terpilih karena kemampuan, ketelitian, dan kesabarannya. Di samping itu, kecakapan seorang editor juga tidak terbatas pada dunia penulisan dan wawasan yang luas saja. Orang yang bekerja sebagai editor di penerbit buku hendaknya memiliki keahlian di suatu bidang tertentu. Dengan adanya keahlian di suatu bidang, nantinya editor dapat menilai naskah di bidang yang sama dengannya. Tanpa keahlian seperti ini, seorang editor tidak akan bisa menilai kelayakan sebuah naskah.

Berikutnya, editor juga perlu menguasai bahasa asing, baik tertulis maupun lisan, terutama Bahasa Inggris. Editor dengan kemampuan bahasa asing yang mumpuni nantinya bisa dipekerjakan untuk menerjemahkan buku-buku dengan bahasa yang berbeda dengan bahasa negerinya. Penguasaan bahasa asing tidak hanya bermanfaat untuk pekerjaannya sebagai seorang editor, dalam perjalanan kariernya ia akan memiliki nilai plus tersendiri.

Hal yang khusus dan wajib dimiliki editor adalah pemahaman tentang kode etik editing naskah dan gaya penulisan seseorang. Ketika bekerja di sebuah penerbit buku, seorang editor harus tahu berbagai hal yang merupakan hak dan kewajibannya. Kemudian ia juga perlu tahu hal-hal yang boleh atau tidak diperbolehkan untuk ia lakukan. Tanpa pengetahuan ini, ia akan buta akan profesinya dan bisa salah dalam melangkah.

Di sisi lain, seorang editor juga perlu memahami berbagai gaya penulisan yang menjadi ciri khas penulis. Dengan memahami gaya penulisan, ia tidak akan seenaknya menyunting naskah sesuai dengan gayanya. la akan tetap menampilkan ciri khas penulis dalam karyanya, di samping melakukan perbaikan isi naskah. Kecermatan editor kemudian diperlukan dalam hal ini, terutama untuk menemukan gaya penulisan seorang penulis.

Walaupun dianggap memiliki syarat tertentu untuk bekerja di sebuah penerbit buku, seorang editor pun memiliki batas- batas dalam melaksanakan pekerjaannya. la tidak bisa melakukan penyempurnaan terhadap naskah-naskah yang sangat tidak sesuai dengan ketentuan penerbit dan penulisan. la juga bukanlah orang yang punya banyak waktu untuk meneliti dan memperbaiki kesalahan-kesalahan mendasar yang seharusnya bisa diperbaiki oleh penulis sendiri.

Seperti yang dijelaskan pada paragraf awal bahwa seorang editor bukanlah seseorang yang bisa mengganti tulisan sepenuhnya. Editor hanya menyempurnakan kalimat-kalimat yang ditulis oleh penulis. Membuat susunan kalimat menjadi indah, teratur dan enak dinikmati oleh pembaca. Begitu susah perjuangan menjadi editor yang tidak banyak orang memikirkan peran pentingnya dalam sebuah buku. Inilah rahasia dibalik keindahan kalimat yang tersusun rapi disebuah buku, editor yang melakukannya.

 

Oleh: Santi Prastiwi K.

Dikutip dari buku: “Perjuangan Lahirnya Sebuah Buku”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *