Bagi penikmat karya sastra, novel “Si Anak Spesial” sangat cocok untuk dibaca. Novel ini mungkin akan membawa kamu bernostalgia pada masa anak-anak seperti bolos sekolah, main disungai, mencari belalang, dan lainnya. Selain itu Novel karya Tere Liye ini menghadirkan pengetahuan baru mengenai mendidik anak secara baik tanpa adanya kekerasan, tentang dedikasi seorang guru terhadap murid-muridnya, dan tentang betapa pentingnya pendidikan. Meskipun novel ini terdapat banyak bahasa daerah namun Tere Liye dengan baik memberikan keterangan berupa footnote (catatan kaki).
“Si Anak Spesial” merupakan sebuah novel karya penulis terkenal, Tere Liye, yang diterbitkan oleh Republika Penerbit pada tahun 2018. Novel ini berisi total 332 halaman, yang menceritakan tentang kisah perjalanan hidup seorang anak yang spesial dan nakal bernama Burlian.
Burlian, si anak spesial, adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Kakaknya bernama Eliana dan Pukat, sedangkan adiknya bernama Amelia. Maka dari itu, novel ini merupakan kelanjutan dari cerita-cerita sebelumnya yaitu, si anak pintar, si anak pemberani dan si anak kuat. Ini adalah seri terakhir dalam keluarga tersebut. Novel ini bertemakan persahabatan dan kekeluargaan, yang menghadirkan kisah inspiratif yang terwujud melalui kehidupan sehari-hari tokoh-tokoh di dalamnya.
Burlian berasal dari keluarga kurang mampu yang bertempat tinggal di sebuah desa terpencil di Sumatera. Ia tinggal bersama Bapak, Mamak, dan ketiga saudaranya. Burlian, seorang pecinta buku yang memimpikan pendidikan di sekolah yang dilengkapi dengan perpustakaan luas, juga bercita-cita untuk menjelajahi dunia. Meskipun tinggal di desa yang terpencil di pedalaman Sumatera, di mana kedua orang tuanya bekerja sebagai petani, Burlian tidak pernah merasa terhalang oleh keterbatasan tersebut dalam mengejar mimpinya. Untuk membiayai sekolah keempat anaknya, Mamak dan Bapak bekerja keras dari pagi hingga petang di kebun demi pendidikan yang dulu tak pernah mereka rasakan hingga tamat.
Burlian dari kecil dibiasakan oleh Bapak dan Mamak dengan julukan Spesial. Julukan itu diberikan oleh Mamak dan Bapak kepada Burlian untuk menumbuhkan percaya diri dan keyakinan pada diri Burlian, serta menjadi pegangan penting setiap kali ia dihadapkan oleh masalah.
Mamak dan Bapak Burlian memiliki tekad dan impian besar untuk Burlian. Mereka sangat menyadari pentingnya pendidikan untuk masa depan Burlian. Sejak kecil, Mamak dan Bapak telah menanamkan nilai-nilai pendidikan yang tinggi dalam diri Burlian.
Sebagai orang tua yang penuh harapan, Bapak ingin menunjukkan bahwa dunia sangatlah luas dan penuh petualangan. Bapak ingin Burlian memiliki masa depan yang cerah dan berani bermipi setinggi mungkin. Bapak ingin Burlian bisa melihat luasnya dunia yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan desanya, dan tidak ingin Burlian bernasib sama sepertinya.
Sejak kecil, Burlian sudah menunjukkan kecerdasannya, serta kepekaannya terhadap orang lain. Pada usia kelas 2 SD, Burlian menunjukkan keistimewaannya yang membuatnya berbeda dari teman-teman seusianya. Dia peka terhadap perasaan Ahmad, sahabatnya, yang sering menjadi bahan olok-olok oleh kakak-kakak kelasnya. Burlian juga memahami situasi sulit Ahmad yang diakibatkan oleh kebangkrutan pabrik karet milik ayahnya, yang membuat keluarganya harus meninggalkan kampung halaman mereka.
Namun, sama halnya seperti anak kecil seusianya, banyak kenakalan-kenakalan yang dilakukan oleh Burlian. Meskipun dia nakal dan susah diatur, dibalik kenakalannya dia adalah anak yang pintar, rasa penasarannya yang sangat tinggi, suka membaca buku, banyak bertanya, rajin mengaji dan anak yang berbakti kepada orangtua.
Sepuluh tahun setelah peristiwa-peristiwa penting tersebut, Burlian berada di Pelabuhan Kapal Tokyo. Saat itu, ia berhasil membuat kedua orangtuanya bangga karena telah menjelajahi dunia dengan penuh keberanian. Burlian menceritakan bahwa selama satu dekade itu, ia belajar banyak hal dari pengalaman masa kecilnya di desa. Dan akhir dari kisah ini adalah pertemuannya dengan Keiko-chan, yang menandai akhir perjalanan penuh petualangan Burlian.
Oleh: Nur Imroatul Hasanah
Sumber Ilustrasi: https://id.carousell.com/p/si-anak-spesial-tere-liye-1099823207/