Misteri

“pyarrr..!!” serpihan kaca jendela berserakan di lantai. Tia yang sedang asyik menonton tv tiba-tiba kaget. Dia langsung menggali ke arah depan mencari sumber suara itu. Ternyata, dari jauh terlihat banyak anak kecil yang berlari-lari. Tia langsung mengira kalau anak-anak itu mungkin sedang bermain dan tidak sengaja memecahkan kaca jendela rumah.

Esoknya, kejadian itu terulang lagi. Tia langsung lari ke depan, tetapi kali ini, dia tidak melihat anak-anak kecil di sekeliling rumah. Dia cemas kalau kejadian kemarin sampai hari ini tidak ada hubungannya dengan anak-anak itu. Dia bertanya-tanya dalam hati siapa yang telah membuat ulah yang tidak lucu ini.  apakah aku punya musuh? siapa yang tidak suka denganku? apa yang salah dariku?  pertanyaan itu terus menghantui pikiran.

Beberapa saat kemudian, dia teringat akan kejadian orang tua yang meninggal karena kecelakaan sebulan yang lalu. Kecelakaan itu sebenarnya memang mengusik pikirannya, tetapi dia berusaha membuang memori yang kurang mengenakkan itu. Pada saat itu, dia benar-benar sedih dan terpuruk karena orang tuanya mengalami kecelakaan ketika dalam perjalanan menuju kantornya untuk memberikan kejutan di hari ulang tahunnya sekaligus tahun pertama dia mendapat pekerjaan tetapnya. Mobil orang tuanya jatuh ke jurang karena diduga banting stir melawan truk yang melaju dari arah samping. Awalnya, Tia sangat shock mendengar musibah yang menimpa orang tuanya dan sedikit-sedikit menyalahkan dirinya sendiri. Jika saja orang tuanya memberikan kejutan untuknya di rumah, pasti tidak ada kejadian yang mengenaskan itu. Namun, apa yang bisa terjadi, manusia tidak mampu memutarbalikkan waktu. Dia harus berusaha dengan tegar menerima apa yang menimpanya.

Seminggu setelah kepergian orang tuanya, Tia mulai masuk kerja lagi. Ketika jam istirahat tiba, dia ikut nimbrung teman-teman kantornya yang sedang serius menonton film bergenre psikopat di laptop. Entah kenapa, di tengah asyiknya menonton, tiba-tiba dia teringat kecelakaan yang dialami orang tuanya.  Truk itu? Seketika itu, dia langsung pergi ke kantor polisi untuk mencari tahu kronologi kecelakaan yang menimpa orang tuanya. Dia mengusut ulang kejadian itu bersama polisi. Namun, hingga saat ini, dia masih ragu soal sopir truk itu. Dia mengaku tidak sengaja menabrak mobil orang tuanya karena mewarisi sehingga tidak bisa mengontrol kecepatan mobil. Dia membayangkan jalanan sepi dan tidak ada mobil yang melintas di jalan itu. Benar, dia sudah ditahan polisi. Tetapi, Tia masih ragu dan bertanya-tanya dalam hati. Mungkinkah itu sopir jujur? Bukankah ada orang lain dibalik kejadian itu? Mungkin saja ada orang lain yang menyuruhnya melakukan ini dengan sengaja.

Kaca jendela rumah yang tiba-tiba pecah? Sopir truk itu? Kecelakaan itu? Apakah semua kejadian ini ada secara teknis.  Kali ini, perasaan cemasnya benar-benar memuncak. Dia merasa takut karena berada di rumah seorang diri. Paman dan bibinya yang sejak kecil membantu keluarganya sedang pulang kampung karena anaknya sakit dan mengharuskan mereka pulang. Dia khawatir kalau selama ini ada orang lain yang tidak suka dan mencoba meneror dirinya dan keluarganya. Akhirnya, dia rumahnya dan pergi ke rumah temannya sampai paman dan bibinya kembali.

 

tunggu sub selanjutnya***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *