Keteladanan Kiai Haji Ahmad Abdul Mudjib Shohib
Kiai yang dikenal sebagai pribadi merakyat dalam bergaul. Sosok yang terlahir dari keturunan salah seorang pendiri Organisasi Besar Islam Nahdlatul Ulama (NU), yaitu Kiai Haji Bisri Syansuri, tepatnya kakek beliau. Beliau merupakan putra keempat dari sembilan bersaudara dari pasangan Kiai Haji Moechamad Sochib Bisri -putra keenam atau terakhir Kiai Bisri- dan Nyai Hajah Nadziroh. Kedelapan saudara beliau antara lain, Lathifah Shohib, Zaenab Shohib, Muflihah Shohib, Abdulloh, Mas’adah Shohib, Mu’linah Shohib, Abdul Mu’id Shohib, dan Abdul Salam Shohib.
Pada tanggal 21 November 1966 di Madura, beliau dilahirkan. Pribadi yang masyhur akan membawaan, kearifan, dan kepribadian seolah-olah lebih tua dari usianya. Beliau memiliki dedikasi, kejujuran, dan tanggung jawab yang tinggi pula. Begitulah sponsorship beliau, Abdul Halim Iskandar, ketika beliau wafat. Hingga pada saatnya, beliau menikah dengan Nyai Hajah Roudhotul Jannah Anwar dan akhirnya dianugerahi empat putra-putri, 2 putra 2 putri, antara lain Ainul Adillah, Sofyah Mu’tamaroh, Rosyidul Ibad, dan Muhammad Raofiudin.
Salah satu karya fisik monumental beliau adalah Pondok Pesantren An Najah yang didirikan pertama kali pada tahun 1996 M. Pondok pesantren yang menjadi salah satu asrama di bawah naungan Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, hasil pendirian kakek beliau. Pondok pesantren yang dinaungi oleh Ghuroba’ dari seluruh penjuru tanah air yang hanya mengharapkan rida Allah Swt serta merupakan sebuah fadhl dari-Nya sebagai ke perjuangan jerih payah dan perjuangan sang pendiri, Kiai Mudjib Shohib.
Pondok pesantren An Najah ini memiliki naungan madrasah diniyah dengan santri yang cukup banyak. Pada saat itu, pendataan para santri, para ustaz dan ustazah, penjadwalan, kitab-kitab, ujian, dan penilaian masih dicatat secara manual, yakni belum terkomputerisasi. Dalam menangani hal ini, pondok pesantren membuat kebijakan untuk membangun sistem informasi yang terkait dengan kebutuhan bagian kepondokan guna mengelola kegiatan madrasah diniyah . Sistem informasi ini menggunakan konsep Model View Controller (MVC) Design Pattern dengan bantuan Framework Laravel yang dapat mempercepat dan memudahkan pengembangan website . Inilah yang menjadikan kebutuhan pondok pesantren dapat terkelola dengan baik dan semakin maju.
Sementara itu, ketika bersama para santri, kiai Mudjib juga sering melantunkan sebuah bait nazam alfiyah bab maf’ul li ajlihi dan menjelaskannya dengan sudut pandang yang berbeda. Inilah bunyi nazamnya:
لَا أَقْعُدُ الْجُبْنَ عَنِ الْهَيْجَاءِ #وَلَوْ تَوَالَتْ زُمَرُ الْأَعْد ya
Aku tidak akan duduk bertopang dagu karena takut pertempuran
Meski menghadapi gelombang musuh yang datang silih berganti
Namun, sekitar bulan Maret 2005, Kiai Mudjib memutuskan dalam rapat yayasan untuk menjadi pengasuh pusat Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif. Oleh karena itu, beliau harus pindah ke ndalem kasepuhan dan meninggalkan pondok pesantren An Najah. Tak berlangsung lama sekitar beberapa minggu, beliau meminta para santri putra-putri An Najah untuk boyongan ke pondok induk. Para santri dan wali santri notabene kurang sepakat terhadap keputusan yang diambil oleh kiai. Akhirnya waktu perpindahan total tiba, para pembina dan santri berjalan beriringan menuju pondok induk. Meskipun dalam keadaan hati kurang legowo , apapun keputusan kiai, itulah yang terbaik bagi mereka. Santri harus nderek kiai namun kondisinya demi mengharapkan berkah beliau. Santri harus ikhlas dan lapang dada dalam menghadapi segala situasi.
Selama berkiprah di pondok induk, tampak kepiawaian beliau dalam mendidik para santri. Pondok induk mulai bangkit dan sarana pendidikan baru mulai dirintis dalam tempo yang singkat. Santri pondok induk mulai meningkat drastis pula. Namun, kiprah dan perjuangan beliau juga tidak berlangsung lama. Beliau jatuh sakit dan dilarikan ke RSUD Jombang pada hari Jumat 17 Agustus 2007, sekitar pukul 21.00 WIB. Kemudian, pada hari Sabtu pukul sekitar 00.30 WIB, tanggal 18 Agustus 2007 M atau 5 Sya’ban 1427 H, beliau sowan ke Rahmatullah. Beliau meninggalkan seorang istri dan keempat dalam usia yang cukup muda, yaitu 41 tahun. Banyak ulama yang menghadiri pemakaman beliau, antara lain Kiai Haji Idris Marzuki, Kiai Haji Zainuddin Djazuli, Kiai Haji Aziz Manshur, pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, dan Agus Sholah.
Selain menjadi pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren An Najah juga induk Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, Almarhum Kiai Mudjib pernah memangku beberapa jabatan pula, yaitu Rais Syuriah Majelis Wakil Cabang NU Kota Jombang sejak tahun 2002 dan pengurus Lajnah Bahtsul Masail Pengurus Cabang NU Jombang . Demikianlah sekilas roda perjalanan yang telah dilalui kiai ternama asal Denanyar tersebut.
Referensi:
Abdillah, MK (2015). Rancang Bangun Sistem Informasi Manajemen Pondok Pesantren di PP An Najah Denanyar Jombang dengan Konsep MVC Menggunakan Framework Laravel: One Search . Diambil kembali dari situs Web One Search: https://onesearch.id/Record/IOS3130.45/TOC
Dewo, D. (2002, 26 November). Diambil kembali dari https://www.instagram.com/p/ClacSzprF1R/
Keren, A. (2007, 19 Agustus). KH A Mudjib Shohib, Pribadi yang Merakyat: NU Online . Diambil kembali dari Website NU Online: https://nu.or.id/warta/kh-a-mudjib-shohib-pribadi-yang-merakyat-2tULJ
Keren, A. (2007, 18 Agustus). Pengasuh Ponpes Denanyar Jombang Meninggal Dunia: NU Online . Diambil kembali dari Website NU Online: https://www.nu.or.id/warta/pengasuh-ponpes-denanyar-jombang-meninggal-dunia-sCHUa
Najah, A. (2015, 24 November). Sejarah Singkat Pon Pes An Najah: Pondok Pesantren An Najah Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang . Diambil kembali dari Pondok Pesantren An Najah Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang Web site: Pondok Pesantren An Najah Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang
Umar, Z. (2019, 2 Mei). Keikhlasan Keyakinan dan Keberanian KH. Abdul Mujib Shohib . Diambil kembali dari https://m.facebook.com/256614771952839/photos/a.294190664861916/294190651528584/?type=3